Kamis, 05 Februari 2009

budaya politik

Para siswa yang kini tengah berusia 17 tahun, oleh pemerintah sudah diakui untuk memberikan suaranya dalam pemilu atau sudah diakui sebagai warga negara yang telah memiliki hak politik yaitu hak untuk memilih dalam pemilihan umum. Dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) terdapat materi pembelajaran tentang budaya politik. Ada beberapa tipe budaya politik yang terdapat pada masyarakat Indonesia yaitu tipe budaya politik parokial yaitu masih rendahnya atau bahkan tidak ada pendidikan politik sehingga masyarakat tidak tahu dan tikak ada partisipasi politik, tipe subjek adalah tipe masyarakat yang sudah mengerti akan pendidikan politik tetapi tidak ada kesadaran dan tidak berpartisipasi politik, sedangkan tipe yang ketiga adalah tipe partisipan yaitu munculnya kesadaran akan berpartisipasi politik dan selalu dalam ikut serta kegiatan politik.
Timbul pertanyaan para siswa sebagai pemilih pemula dalam pemilu termasuk pada tipe budaya politik yang mana?
Disinilah dituntuk kepada guru PKn untuk mengajarkan materi budaya politik kepada siswanya sehingga siswa terbekali akan pendidikan pilitik yang nantinya siswa tidak akan menjadi tipe parokial atau subjek yang identik golput.
Bila ada siswa yang golput disebabkan karena ketidaktahuannya terhadap budaya politik itu adalah merupakan kesalahan gurunya, tetapi bila ada siswa yang golput karena mereka mengamati dan merasa tidak ada yang sesuai hati nuraninya untuk dipilih hal itu bukan kesalahan gurunya, melainkan siswa telah dapat menganalisis tentang kehidupan politik di negeri ini dan budaya politik apa yang pantas dipilih.
Namun harapan kita janganlah golput sebab masih ada calon-calon pemimpin negeri ini dan calon wakil-rakyat di negeri ini yang masih memiliki hati nurani dan pantas untuk dipilih untuk menyerahkan amanah kita pada calon bangsa ini.

Minggu, 01 Februari 2009

guru sibuk membuat portofolio

setelah turunnya aturan dari pemerintah bahwa seorang guru harus bersertifikasi dan kompeten, serta profesional maka sekarang para guru sibuk menyusun portofolio yang nanti akan dikirimkan ke lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menilai apakah portofolio seorang guru dapat dinyatakan lulus sebagai guru yang profesional. Para asesor sebagai tim penilai akan menilai riwayat pendidikan sampai pengalaman mengajar seorang guru, nah sekarang yang menjadi kendala apakah semua guru sudah layak untuk disertifikasi?

guru dimata siswa

seiring perjalanan waktu figur guru dimata siswa sekarang ini telah bergeser, bila dulu guru yang rajin selalu jadi idola namun kini justru guru yang males ke kelas justru jadi idola bagi siswa, nah bagaimana pendapat kamu sebagai kawula muda yang juga sebagai siswa?