Rabu, 20 Agustus 2008

apa kabar

untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan teknologi komunikasi, hari ini saya membuat blogspot untuk itu saya mengundang gabung dengan saya yntuk saling tukar informasi, ide-ide yang bermanfaat tentunya...oke!

14 komentar:

alfismantic mengatakan...

gaung agustusan masih terasa tapi marilah kita bertanya apakah negeri ini sudah merdeka, sudahkah bangsa ini merdeka dari rasa takut, sudahkah bangsa ini merdeka dari kemiskinan, sudahkah bangsa ini merdeka dari berkata-kata?

alfismantic mengatakan...

masih banyak tugas yang belum selesai tapi masih ada satu hal yang sangat sulit dilaksanakan yaitu : Bagaimana caranya menerapkan kedisiplinan dan ketertiban bagi siswa tanpa ada paksaan, bagaimana?
Oke...saya sangat menantikan saran masukan dari Anda.

alfismantic mengatakan...

Tugas partai adalah menampung aspirasi atau keingingan masyarakat, kemudian aspirasi itu disalurkan melalui lembaga perwakilan rakyat. Lembaga perwakilan rakyat menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti. Untuk itu, keluarkan aspirasi Anda demi pembangunan negeri ini dan bangsa ini.

alfismantic mengatakan...

Saya menginginkan siswa dapat menerapkan pendidikan kewarganegaraan ini ke dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan warga negara yang baik sekaligus menjunjung tinggi persatuan dan keutuhan bangsa dan merupakan harapan kita semua dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

asep taofik mengatakan...

memang sangat sulit untuk menerapkan kedisiplinan kepada semua murid..! kenapa..karena setiap murid ingin terlihat LEBIH MENCOLOK dari pada yang lain..! misalnya dari segi pakaian..klo buat perempuan pakaian nya itu ingin terlihat lebi ramping dan mungkin ingiterlihat lebih cantik..!..MUNGKIN....nah kalo buat anak laki2 biasanya celana nya itu pengen di kecilin kaya changcuters..mungkin itu adalah sebuah style..!
di sekolah mana pun pasti penerapan kedisiplinan itu menjadi salah satu masalah yang harus pikirkan oleh semua pihak...guru maupun siswa-siswi...!

aming aminoedhin mengatakan...

warnanya jambon sekali. warna cinta. tapi cukup baiklah. setidaknya bagi pemula pembuat blog di dunia maya. tapi jika tak ikut buat blog, kita akan ketinggalan kereta. untuk itulah harus terus dicoba diperbaiki blognya. bisa dimasukkan foto-foto, baik keluarga, maupun foto alam pasundan yang indah tergelar. atau pangandaran yang menyimpan sejuta pesona keindahan.
bisa juga dimuatkan puisi, uneg-uneg tentang seni, atau apa saja yang bermanfaat bagi umat. apa lagi bulan maghfirah bakal tiba. ramadhan adalah bulan penuh ampunan, sehingga perlu banyak beramal dan berinfaq, dan shodaqoh.
menulis yang baik-baik di dunia maya, adalah termasuk amal ibadah!
sukses selalu buat bu guru!

aming aminoedhin
penyair

ahmad farid tuasikal mengatakan...

selamat siang alfi
siang ini aku membuka blog anda warnanya merah muda. apik!

sebentar lagi fajar terang akan tiba, nuansa bulan penuh ampunan, nuansa bulan penuh keridhoan Tuhan.

pertanyaannya sekarang, apa yang bisa anda lakukan untuk menghias blog anda dengan tulisan-tulisan bernuansa ramadhan. artinya, tulisan-tulisan yang berbau surgawi dan religi.

ku tunggu pesan-pesan anda yang berbau surgawi itu.

af. tuasikal
pengamat dunia maya

alfismantic mengatakan...

TENTANG PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik manjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hakikat Negara kesatuan RepublikIndonesia adalah Negara kebangsaab modern. Negara kebangsaan modern adalah Negara yang membangun masa depan bersama di bawah satu Negara yang sama, walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya. (Risalah BPUPKI dan PPKI, Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1998)

Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara historis Negara Indonesia telah diciptakan sebagai Negara Ke4satuan yang berberntuk Republik.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yangdipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia (Pembukaan Undang-Undang Negara Republik Indonesia tahun 1945)

Dalam perkembangannya , sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 samapi dengan penghujung abad ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan Negara. Untuk itu diperlukan penganganan yang mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehhiduppppppan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.

Indonesia menghindari system pemerintahan otoriter yang memasung hak-hak warga Negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kehidupan yang demokratis di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolaaaaah, masyarakat, pemerintah dan organisasi non pemerintah perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan ditetapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi. Selain itu, perlu pula ditanamkan kesadaran bela Negara, penghaargaan terhadap hank asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab social, ketaatan pada hokum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan periiaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Mata pelajaran Pendidikamn Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negra yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamantkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Mate pelajaran Pendidkan Kewarganegaan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Berpikir secara kritis, rasional,dalam menganggapi isu kewarganegaraan.
2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti korupsi.
3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.
4. Beriteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidaklangsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1. Persatuan dan Kesatuan bangsa
2. Norma, hukum dan peraturan
3. Hak Asasi Manusia
4. Kebutuhan warga Negara
5. Konstitusi Negara
6. Kekuasaan dan Politik
7. Pancasila
8. Globalisasi
9. Demokrasi

Pembelajaran dalam mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan proses dan upaya membelajarkan dengan menggunakan pendekatan belajar kontekstual untuk mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan, ketrampilan, dan karakter warga negara Indonesia. Pendekatan belajar kontekstual dapat diwujudkan antara lain dengan menggunakan metode kooperatif, penemuan, inkuiri, interaktif, eksploratif, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.

Metode-metode pembelajaran tersebut dapat dilaksanakan secara bervariasi di dalam atau diluar kelas dengan memperhatikan ketersediaan sumber-sumber belajar.

Sedangkan untuk penilaian Pendidikan Kewarganegaraan diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar, dimana penilaian dalan dilakukan dengan dengan menggunakan metode penilaian berdasarkan perbuatan atau juga dikenal dengan penilaian otentik Penilaian perbuatan atau otentik dapat menggunakan campuran beberapa teknik berikut yaitu: cacatan kegiatan,cacatan anekdot, skala sikap, cacatan tindakan, koleksi pekerjaan, tugas individu atau kelompok, diskusi, wawancara dan sebagainya.

Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga dikenal adanya praktik belajar kewarganegaraan (PBK) adalah suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori kewarganegaraan melalui pengalaman belajar praktik-praktik. Dengan adanya praktik-praktik, siswa diberikan latihan untuk belajar secara kontekstual.

Dalam pembelajaran kewarganegaraan tak lupa juga memnfaatkan berbagai media yang potensi untukmenambah wawasan sperti menggunakan slide,film, televisi, radio, dan computer yang dilengkapi dengan fasilitas internet yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai informasi tentang isu-isu nasional, internasional, dan aktivitas kewarganegaraan di negara-negara lain.




salsmantic

alfismantic mengatakan...

Marhaban Ya Ramadhan

kata yang terindah adakah "ALLAH"
lagu yang merdu adlah "AZDAN"
media yang terbaik adalah "AL-QUR'AN "
senam yang sehat adalah "SHOLAT"
diet yang sempurna adalah "PUASA"
kebersihan yang menyegarkan adalah "WUDHU"
perjalanan yang indah adalah "HAJI"
hayalan yang baik adalah ingat "DOSA & TAUBAT"

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan, mohon maaf lahir dan bathin!
Marilah kita bersihkan hati, bersihkan diri di bulan nan suci.
Semoga rahmat, berkah dan maghfirah senantiasa dilimpahkan kepada kita semua,
Amin

alfismantic mengatakan...

Marhaban Ya Ramadhan
Ya...Allah
telah Kau datangkan kembali bulan nan suci ini
akankah masih Kau berikan kebersihan hati ini?
dari nafsu yang senantiasa merasuk dan membuncah dalam hati ini?
nafsu amarah,iri, dengki,dholim, bathil
Ya...Allah
bersihkan hati ini, bersihkan diri ini, bersihkan akal ini
untuk menyambut bulan sucimu
berilah kekuatanmu
berilah keridhoanmu
berilah rahmatmu
berilah barokahmu
berilah maghfirohmu
Amin...

Dedi.smantic mengatakan...

teruslah berkarya biar jadi blogeer sejati ....
nanti saya link di blogernya dedismantic.wordpress.com biar tambah buanyak... peminat nya ok...

alfismantic mengatakan...

PAHALA TAKUT KEPADA ALLAH

Dalam sebuah Hadist Qudsi, ada riwayat mengenai balasan yang diberikan Allah kepada orang yang takut kepada-Nya.

Rasulullah saw bersabda,” Ada seorang lelaki yang tidak pernah berbuat kebajikan sama sekali. Lelaki itu berwasiat kapada keluarganya ,’Jika aku mati, maka bakarlah aku hingga lumat menjadi abu, kemudian taburkanlah sebagian abu itu di daratan , dan sebagian lagi di laut.
Demi Allah, jika Allah sampai menghisabku, pasti Dia akan mengazabku dengan azab yang tidak pernah dilimpahkan kepada seorang pun di alam semesta!’
Tatkala lelaki itu meninggal, keluarganya melakukan apa yang telah diwasiatkan kepada mereka. Lalu, Allah memerintahkan daratan untuk mengumpulkan abu yang disebar di daratan itu dan memerintahkan lautan untuk mengumpulkan abu yang disebar di lautan itu.
Kemudian, Allah swt bertanya kepada lelaki itu (setelah dihidupkan kembali), ‘Mengapa kau lakukan ini?’Lelaki itu menjawab,’ Karena aku takut kepada-Mu Tuhanku, dan Engkau lebih tahu itu.’
Allah swt lalu mengampuninya.”

Kisah dalam Hadist Qudsi ini begitu menggelitik dan penuh hikmah. Seseorang yang selalu berbuat maksiat dan tidak pernah beramal shalih sedikit pun, masih memiliki rasa takut kepada Allah swt. Keagungan Allah ada di depan matanya, sehingga dia takut akan hisab dan azab Allah atas perbuatannya di dunia.
Ketakutannya ini membuatnya berwasiat bodoh. Setelah mati dia ingin mayatnya dibakar adan abunya disebar di daratan dan lautan. Dengan begitu, dia berharap tidak akan dihisab oleh Allah swt. Dia ingin selamat dari azab Allah swt. Dia yakin Allah itu ada. Diapun yakin, hisab Allah itu ada dan hisab itu menunggunya setelah kematiannya. Dia ingin menyelamatkan dirinya dengan cara menyebar lumatan tubuhnya di daratan dan di laut.
Namun, Allah Maha kuasa untuk menghisabnya. Tidak ada yang luput dari hisab-Nya.Pada akhirnya, Allah mengampuni lelaki itu berkat rasa takutnya pada keagungan Allah swt.



Hikmah yang dapat diambil dari kisah tadi adalah, sekecil apapun keimanan dalam dada seseorang (yaitu keyakinan akan adanya Allah, hisab, dan keadilan Allah) dapat mendatangkan ampunan dan rahmat Allah swt. Bagaimana jika rasa takut kepada Allah itu dihadirkan setiap saat dengan disertai amal shalih? Tentu, pahala yang disediakan Allah, akan lebih besar dan agung.
Di dalam al-quran, Allah swt telah berfirman dan memberikan kabar gembira,”Dan ada pun orang-orang yang takut kepada keagungan Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya),” (QS An-Naazi’aat /79 : 40-41 )



Salsmantic
Kang Abik : ketika cinta berbuah surga

alfismantic mengatakan...

MARI BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

Alhamdulillah bulan suci kembali kita jalani, dan bulan suci ini adalah bulan tempat kita mengevaluasi diri, merenung dan bertujuan mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan berbuat baik, beramal sedekah dan beramal saleh. Saling berlomba-lomba dalam kebaikan ini dapat dilakukan baik secara individu, dan tak ketinggalan pula para pemerintah dan lembaga negara serta lembaga lain yang mengatasnamakan rakyat.

Namun pada dekade tahun terakhir ini, kita menjalani ramadan dengan berbagai masalah yang melilit seperti cekikan ekonomi akibat mahalnya harga kebutuhan pokok. Sebelum memasuki saum ini pun bahan bakar elpiji naik dan minyak tanahpun sulit diperoleh dan harganyapun mahal. Usai kenaikan BBM masyarakat memang pontang panting dan tertatih-tatih mencukupi biaya hidup di negeri yang katanya negeri yang kaya akan sumber daya alamnya.

Bisa jadi di bulan Ramadan ini partai-partai politik akan ikut menebar pesona dan pencitraan diri partai demi merayu dan meraih simpati sebanyak-banyaknya untuk pemilu 2009 nanti. Nah untuk tebar pesona dan meraih simpati itulah bukan tidak mungkin mereka berlomba-lomba menebar kebaikan, minimal dalam bentuk materi. Ya…kita berharap semoga masyarakat miskin yang menjadi target suara minimal dapat dibahagiakan oleh parpol-parpol tersebut.

Namun janganlah materi saja yang disebar para parpol itu, tapi parpol juga harus membuktikan bahwa mereka siap mencerdaskan rakyat dan membawa perubahan dalam kehidupan bernegara ini.

Salah satu caranya adalah parpol-parpol itu hendaknya memberi pendidikan kritis bagi para anggotanya dan para simpatisannya agar memberikan teladan kepada rakyat selama bulan Ramadan ini, yaitu memberi contoh kepada rakyat bahwa mereka adalah orang-orang yang berpuasa dari hawa nafsu dunia yang menyesatkan.

Tampilkan dalam keseharian bahwa para pejabat parpol itu memiliki nilai-nilai kejujuran. Ingat makna ibadah puasa adalah latihan hidup jujur dan disiplin. Hasil latihan tersebut sebagai persiapan menghadapi pemilu nanti, dengan demikian ketidakjujuran yang bermuara pada korupsi, sogok, suap menyuap harus dikikis habis-habisan. Bukan sekedar janji memberantas korupsi, kolusi, nepotisme saja seperti yang disebar di spanduk, pamphlet, atau diskusi-diskusi di media massa.

Jika para elite politik itu dapat membuktikan diri bahwa mereka adalah bersih, jujur, dan tidak menjadikan rakyat sekedar objek suara, maka insya Allah kekuasaan akan ada di genggaman mereka. Sekali-kali mari berlomba-lomba dalam kebaikan secara tulus ikhlas sejak sekarang demi menggapai simpati rakyat!

Salsmantic
From Aditya

alfismantic mengatakan...

MARI BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

Alhamdulillah bulan suci kembali kita jalani, dan bulan suci ini adalah bulan tempat kita mengevaluasi diri, merenung dan bertujuan mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan berbuat baik, beramal sedekah dan beramal saleh. Saling berlomba-lomba dalam kebaikan ini dapat dilakukan baik secara individu, dan tak ketinggalan pula para pemerintah dan lembaga negara serta lembaga lain yang mengatasnamakan rakyat.

Namun pada dekade tahun terakhir ini, kita menjalani ramadan dengan berbagai masalah yang melilit seperti cekikan ekonomi akibat mahalnya harga kebutuhan pokok. Sebelum memasuki saum ini pun bahan bakar elpiji naik dan minyak tanahpun sulit diperoleh dan harganyapun mahal. Usai kenaikan BBM masyarakat memang pontang panting dan tertatih-tatih mencukupi biaya hidup di negeri yang katanya negeri yang kaya akan sumber daya alamnya.

Bisa jadi di bulan Ramadan ini partai-partai politik akan ikut menebar pesona dan pencitraan diri partai demi merayu dan meraih simpati sebanyak-banyaknya untuk pemilu 2009 nanti. Nah untuk tebar pesona dan meraih simpati itulah bukan tidak mungkin mereka berlomba-lomba menebar kebaikan, minimal dalam bentuk materi. Ya…kita berharap semoga masyarakat miskin yang menjadi target suara minimal dapat dibahagiakan oleh parpol-parpol tersebut.

Namun janganlah materi saja yang disebar para parpol itu, tapi parpol juga harus membuktikan bahwa mereka siap mencerdaskan rakyat dan membawa perubahan dalam kehidupan bernegara ini.

Salah satu caranya adalah parpol-parpol itu hendaknya memberi pendidikan kritis bagi para anggotanya dan para simpatisannya agar memberikan teladan kepada rakyat selama bulan Ramadan ini, yaitu memberi contoh kepada rakyat bahwa mereka adalah orang-orang yang berpuasa dari hawa nafsu dunia yang menyesatkan.

Tampilkan dalam keseharian bahwa para pejabat parpol itu memiliki nilai-nilai kejujuran. Ingat makna ibadah puasa adalah latihan hidup jujur dan disiplin. Hasil latihan tersebut sebagai persiapan menghadapi pemilu nanti, dengan demikian ketidakjujuran yang bermuara pada korupsi, sogok, suap menyuap harus dikikis habis-habisan. Bukan sekedar janji memberantas korupsi, kolusi, nepotisme saja seperti yang disebar di spanduk, pamphlet, atau diskusi-diskusi di media massa.

Jika para elite politik itu dapat membuktikan diri bahwa mereka adalah bersih, jujur, dan tidak menjadikan rakyat sekedar objek suara, maka insya Allah kekuasaan akan ada di genggaman mereka. Sekali-kali mari berlomba-lomba dalam kebaikan secara tulus ikhlas sejak sekarang demi menggapai simpati rakyat!

Salsmantic
From Aditya