Alhamdulillah...bangsa ini telah menyelesaikan hajat "pesta demokrasi". Sekarang tinggal menanti hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU,semua partai peserta pemilu ada yang menantinya dengan harap-harap cemas, namun ada juga yang sudah merasa di atas angin karena perolehan suaranya tertinggi, tetapi ada juga partai yang merasa terpuruk dengan menurunnya perolehan suaranya.
Sesuai dengan Undang- Undang Pemilu nomor 10 tahun 2008, mensyaratkan bahwa partai politik dapat mengajukan capres dan cawapres bila perolehan suara nasional mencapai 20% dan bagi partai yang tidak memenuhi angka tersebut maka dapat melakukan koalisi antar partai.
Seperti apa yang kita lihat sekarang ini partai politik sudah mulai sibuk mengadakan konsolidasi, antar partai politik lebih getol mengadakan pertemuan-pertemuan yang membahas rencana koalisi dalam rangka menentukan siapa capres dan cawapresnya. Setiap partai masih bungkam menutup rapat siapakah balon yang bakal diusungnya. Dan rakyatpun merasa tak sabar penasaran ingin mengetahui siapakan calon presiden dan wakil presiden di masa 5 tahun yang akan datang. Yang pasti rakyat punya harapan bahwa dengan capres yang nanti akan dipilihnya akan membawa kehidupan kearah yang lebih baik dari sekarang. Minimal dapat menitipkan kehidupannya meskipun masih jauh dari yang namanya kesejahteraan atau terciptanya 'welfare state'.
Akan sangat berdosa besar bila presiden terpilih nanti ternyata hanya menghianati hati rakyat, janji-janjinya ternyata hanya disumbarkan saat kampanye saja sedangkan relitasnya nol..sungguh kita tidak mengharapkan dan dalam hal inipun rakyat ikut berdosa juga, sebab telah memberikan pilihan yang salah, ternyata harapannya tidak amanah.
Untuk itulah, di pemilu capres dan cawapres yang akan datang, rakyat harus cerdas, harus betul-betul dapat mengukur menimang kepada siapakah pilihannya akan dijatuhkan, janganlah seperti kata pepatah bahwa bangsa ini selalu mengulang kesalahan yang sama.
Jumat, 17 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar